Sunday, 26 June 2011

Pembukaan Pendaftaran dan Prapendaftaran Online PPDB SMA/SMK reguler

Bapak/ibu Orangtua/wali Calon siswa baru PPDB SMA dan SMK DKI Jakarta yang berbahagia,

Disampaikan bahwa pendaftaran dan prapendaftaran PPDB SMA dan SMK telah dibuka tanggal 26 Juni 2011 jam 00:00 WIB sampai dengan jadwal yang telah ditentukan, perlu diperhatikan beberapa hal sebagai berikut :

  1. Prapendaftaran online ditujukan bagi siswa yang berasal dari luar daerah DKI, Lulusan tahun lalu, lulusan program pake A/B dalam maupun luar DKI. Jadwal prapendaftaran online mulai tanggal 26 juni s.d 30 juni 2011. verifikasi prapendaftaran di sekolah yang telah ditunjuk mulai tanggal 27 juni s.d 30 juni 2011. (lokasi verifikasi prapendaftaran dapat dilihat di " Info Pra Pendaftaran" di situs ini.
  2. Pendaftaran online ditujukan bagi siswa lulusan tahun 2011 asal DKI Jakarta atau siswa luar DKI jakarta yang telah diverifikasi prapendaftarannya. pendaftaran online mulai tanggal 26 juni s.d 4 Juli 2011, kemudian melakukan verifikasi pendaftaran di sekolah terdekat sesuai dengan jenjang pendidikan.
  3. Verifikasi pendaftaran dan seleksi real time online mulai tanggal 1,2 dan 4 juli 2011 di sekolah terdekat sesuai jejang pendidikan.
  4. informasi hasil seleksi secara real time online dapat diakses di situs ini, atau dapat berlangganan SMS ke 3949.


Demikian pengumuman ini disampaikan, atas nama Pimpinan dan Staf Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta mengucapkan "Selamat mengikuti PPDB SMA dan SMK reguler tahun pelajaran 2011/2012",


Admin PPDB
Dinas Pendidikan DKI Jakarta
Selengkapnya : http://jakarta.siap-ppdb.com/

Wednesday, 22 June 2011

Prosedur Pendaftaran ke SMA/SMK

KLIK GAMBAR UNTUK MEMPERBESAR

Pendaftaran dimulai tanggal 26 Juni 2011, Calon Peserta Didik mendaftar secara online melalui http://jakarta.siap-ppdb.com/ , maka akan muncul halaman :


Perhatikan di Pengajuan Online, Pilih REGULER, maka akan muncul halaman :


Kemudian masukkan :
1. NOMOR UJIAN
2. JENJANG TUJUAN (Pilih SMA/SMK)
3. KODE GAMBAR/TULISAN

Kemudian LANJUT, maka akan muncul :



Lalu :
Nilai akan otomatis muncul.
Kemudian akan muncul halaman :


Isi pilihan Sekolah yang diinginkan, kemudian LANJUT :
Maka akan muncul halaman :


Periksa kembali hasil isian, jika sudah merasa benar silahkan setujuii pernyataan dengan mencontreng pernyataan, kemudian SIMPAN, maka akan muncul halaman :


Kemudian CETAK TANDA BUKTI PENDAFTARAN MANDIRI.

Tanda cetak ini dipakai pada saat pendaftaran online dan VERIFIKASI ke sekolah terdekat.

Semoga membantu

Friday, 17 June 2011

Soal Ulangan Kenaikan Kelas VII dan VIII

Ulangan Umum Kenaikan Kelas sudah berakhir. Semoga untuk anak-anakku kelas VII dan kelas VIII dapat memberikan yang terbaik, sehingga dapat naik kelas dengan prestasi yang luar biasa.
Berikut soal kenaikan kelas VII dan VIII :

1. Kelas VII ( Download )
2. Kelas VIII ( Download )

Wednesday, 15 June 2011

Saturday, 11 June 2011

Jadwal PPDB ke SMA/SMK

Berikut jadwal Penerimaan Peserta Didik Baru ( PPDB ) ke SMA/SMK :
...


(Klik gambar untuk memperjelas)

Link Terkait :

Selengkapnya : http://jakarta.siap-psb.com/info/jadwal.html

Wednesday, 8 June 2011

Teka-teki "3n + 1" Mungkin Terpecahkan ....

74 Tahun tak terjawab...

KOMPAS.com — Teka teki matematika yang belum ditemukan jawabannya selama 74 tahun sebentar lagi mungkin akan terpecahkan. Adalah matematikawan dari Universitas Hamburg, Gerhard Opfer, yang mengklaim telah menemukan solusinya.

Teka teki matematika itu yang bernama Collatz Conjecture atau "3n+1" itu diajukan oleh Lothar Collatz pada tahun 1937. Teka teki itu melibatkan operasi bilangan bulat yang dilambangkan "n". Singkatnya, ada dua syarat yang berlaku dalam Collatz Conjecture. Jika bilangan bulat (n) adalah bilangan genap, maka dibagi dua (n/2) dan jika ganjil maka dikalikan 3 kemudian ditambah 1 atau (3n+1).

Nah, dalam Collatz Conjecture diungkapkan, jika operasi terus dilakukan berulang kali, berapa pun angka yang dipilih untuk memulainya akan selalu didapatkan angka 1 sebagai hasilnya. Verifikasi telah dilakukan hingga angka 5,76 x 10 (18). Namun, tanpa pembuktian matematis yang tepat, selalu ada kemungkinan bahwa angka yang sangat besar akan melenceng dari "hukum" ini. Pembuktian matematis inilah yang telah dimiliki oleh Opfer. Ia menuliskannya dalam paper yang kini telah masuk ke jurnal Mathematics of Computation untuk ditinjau ulang sebab bisa saja pembuktiannya tak tepat.

Nah, apakah puzzle matematika ini nantinya akan benar-benar terselesaikan? Kita tunggu saja. Sementara menunggu, mungkin Anda bisa mencoba mengoperasikan angka berdasarkan Collatz Conjecture.

Coba ambil angka 6. Karena 6 genap, maka dibagi 2, hasilnya 3. Nah, 3 adalah bilangan ganjil, maka dikali 3 dan ditambah 1, hasilnya 10. Lalu, 10 dibagi 2 karena bilangan genap, hasilnya 5. Kemudian, 5 dikali 3 dan ditambah 1, hasilnya 16. Angka 16 dibagi 2, hasilnya 8. Kemudian 8 dibagi 2 hasilnya 4 dan 4 dibagi 2 lagi hasilnya 2. Angka 2 adalah bilangan genap, maka dibagi 2 lagi dan hasilnya 1. Nah, jika diurutkan, maka deretannya adalah 6, 3, 10, 5, 16, 8, 4, 2, 1. Untuk angka 6, berarti terbukti kebenarannya. Anda bisa mencobanya dengan mengambil angka lain. Mau lebih menantang, ambil angka yang besar.

Wednesday, 1 June 2011

Halaman Baru

Pemberitahuan :

Terhitung 1 Juni 2011 ini, Blog MGMP Matematika SMP DKI Jakarta
dapat juga di akses di :

www.matematikasmpdki.co.cc

atau

di sini

Terima kasih...


...

Bali Raih Nilai UN SMP Tertinggi !


Ilustrasi: Ratusan siswa SMP Negeri 1 Polewali tengah menanti hasil pengumuman UN di halaman sekolahnya, Rabu (1/6/2011).

JAKARTA, KOMPAS.com - Provinsi Bali berhasil meraih nilai ujian nasional (UN) tertinggi tingkat SMP/MTs. Nilai rata-rata UN SMP/MTs Provinsi Bali mencapai 8,11. Sebelumnya, di tingkat SMA/sederajat, SMAN 1 Denpasar, Bali, menduduki posisi keenam nasional dengan nilai rata-rata 9.34.

Posisi kedua diduduki Sumatera Utara dengan nilai rata UN 8,04 dan ketiga adalah Jawa Timur dengan nilai rata-rata 7,86. Sementara dengan nilai rata-rata 6,71, Provinsi Kalimantan Barat menempati posisi sebagai daerah dengan nilai rata-rata UN terendah.

"Karena itu, rata-rata nasional nilai UN SMP/MTs adalah 7,56," kata Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh kepada wartawan, Rabu (1/6/2011), di Jakarta.

Nuh melanjutkan, ada 744 siswa yang sebenarnya memiliki nilai rata-rata ujian sekolah mencukupi. Namun, karena ada satu atau dua mata pelajaran yang memperoleh nilai di bawah lima kemudian mereka menjadi tidak lulus.

"Siswa lain yang tidak lulus, paling banyak rata-rata nilainya kurang dari lima. Jika ditotal mencapai 19.490," ujarnya.

Tahun ini, dari 3.714.216 siswa SMP/MTs yang mendaftar ujian nasional (UN), hanya 3.660.803 siswa yang mengikuti UN dan sebanyak 3.640.569 atau 99,45 persen yang dinyatakan lulus. Sementara itu, 20.234 siswa SMP/MTS atau 0,55 persen siswa lainnya dinyatakan tidak lulus.

Sumber : KOMPAS

TERKAIT :

...

Tahun ini, 20.234 Siswa SMP Tidak Lulus

Ilustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Tahun ini, dari 3.714.216 siswa SMP/MTs yang mendaftar ujian nasional (UN), hanya 3.660.803 siswa yang mengikuti UN dan sebanyak 3.640.569 atau 99,45 persen yang dinyatakan lulus. Sementara itu, 20.234 siswa SMP/MTS atau 0,55 persen siswa lainnya dinyatakan tidak lulus.

Demikian dipaparkan Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh di Gedung Kemendiknas, Jakarta, Rabu (1/6/2011). Berdasarkan data Kementrian Pendidikan Nasional, rata-rata siswa yang tidak lulus UN memperoleh nilai kurang dari 5.00 pada mata pelajaran tertentu. Mendiknas mengatakan, tingkat kelulusan UN tahun ini mengalami peningkatan sekitar 0,03 persen dibandingkan tahun lalu yang persentase kelulusannya hanya 99,42 persen.

"Data awal peserta yang akan mengikuti UN berjumlah 3.714.216 siswa. Setelah itu sekolah kita minta memasukkan nilai sekolah, dan ada 36.685 siswa tidak diberikan nilai dengan berbagai macam alasan. Jadi, tinggal 3.677.531 siswa. Dari sini, yang ikut UN hanya 3.660.803 siswa," ungkapnya.

Berdasarkan analisa Kemdiknas, ada 744 siswa yang memiliki nilai rata-rata ujian sekolah mencukupi. Namun, karena ada satu atau dua mata pelajaran yang memperoleh nilai di bawah lima, mereka dinyatakan tidak lulus UN.

"Dari seluruh siswa yang tidak lulus, paling banyak rata-rata nilainya kurang dari lima, yakni sebanyak 19.490 orang," ujar Nuh.

Sumber : KOMPAS

TERKAIT :

....


 

Copyright 2008 All Rights Reserved | MGMP MATEMATIKA SMP DKI JAKARTA Designed by Bloggers Template | CSS done by Link Building